Kelebihan Pasokan, Tunas Baru Lampung Optimalkan Produksi Turunan CPO 

  • Oleh Nedelya Ramadhani
  • 14 Agustus 2019 - 10:30 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Produksi minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) diramal akan mengalami kelebihan pasokan. 

Diperkirakan produksi CPO Indonesia sebesar 44 juta ton hingga 46 juta ton per tahun. Pada 2025, produksi CPO diperkirakan bisa mencapai 51,7 juta ton.

"Kami akan mengantisipasi kelebihan produksi dengan mengoptimalkan produksi turunan CPO menjadi biodiesel dan minyak goreng," kata Sekretaris Perusahaan PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA), Hardy, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Pemerintah menargetkan serapan biodiesel dalam negeri mencapai 6,2 juta kiloliter tahun ini. Per Maret 2019, serapannya sudah sekitar 1,5 juta kl.

Tunas Baru Lampung saat ini sudah memiliki pabrik biodiesel dengan kapasitas produksi 300.000 ton per tahun. Pada 2019, Tunas Baru Lampung menargetkan produksi biodiesel bisa mencapai 200.000 ton, naik dari realisasi tahun lalu sebesar 138.000 ton.

Perseroan menargetkan produksi CPO bisa tumbuh 15% tahun ini.

Di sisi lain, Presiden Joko Widodo mengarahkan CPO untuk diolah menjadi bahan bakar green avtur (bahan bakar avtur yang ramah lingkungan).

"Saya melihat CPO ini, saya mendengar CPO ini juga bisa dibuat avtur. Tolong ini ditekuni lagi lebih dalam sehingga kalau itu bisa, pertama mengurangi impor avtur kita sehingga defisit neraca perdagangan, defisit neraca transaksi berjalan akan semakin baik," kata Presiden.

Untuk itu, Presiden juga meminta Pertamina untuk memanfaatkan CPO melalui 'co-processing' guna memproduksi green diesel maupun green gasoline di sejumlah kilang minyak PT Pertamina.

Selain itu, Kepala Negara juga mengarahkan perusahaan-perusahaan kelapa sawit dapat mendorong pemrosesan minyak sawit menjadi bahan bakar ramah lingkungan. (NEDELYA RAMADHANI/m)

Berita Terbaru