BPOM Gandeng Pramuka Sebagai Fasilitator Pengawasan Obat dan Makanan

  • Oleh Wahyu Krida
  • 14 Agustus 2019 - 16:40 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Pusat menggandeng Gerakan Pramuka sebagai fasilitator Pengawasan Obat dan Makanan (POM).

Kerjasama itu tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) antara Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Pusat dan Kwartir Nasional (Kwarnas). Hal serupa dilakukan tanda tangan MoU antara Balai Besar POM di Palangka Raya dengan Kwartir Cabang (Kwarcab) Kobar, Rabu, 14 Agustus 2019.

Kepala Loka POM Kobar Kodon Tarigan menjelaskan, berdasarkan MoU yang ditandatangani di tingkat pusat tersebut, pihaknya diinstruksikan BPOM untuk menindaklanjuti hak itu di tingkat Kwarda hingga Kwarcab.

"Dalam hal ini BPOM dan Pramuka bersinergi untuk menjadi fasilitator serta penyuluh pengawasan obat dan makanan. Nantinya anggota Pramuka, juga kita latih untuk menjadi tenaga laboratorium mini," jelas Kodon.

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kobar Akhmad Subandi menjelaskan dalam MoU tersebut sifatnya Pramuka membuka diri untuk menyiapkan personel. 

"Nanti SDM yang berasal dari anggota  Pramuka mendapat pendidikan oleh BPOM. Sehingga mereka mendapatkan pengetahuan  untuk pengawasan minuman dan makanan secara luas," jelas Subandi.

Secara teknis, lanjut Subandi, pelaksanaannya bakal disiapkan wadah melalui Satuan Karya (Saka).

"Dalam Saka tersebut Pramuka diberikan andalan nebfenai POM. Pelatihnya nanti berasal dari BPOM," jelas Subandi.

Kepala Balai Besar POM di Palangka Raya Trikoranti Mustikawati menjelaskan implementasi MoU tersebut memang pertama kali dilakukan di Kabupaten Kobar.

"Kita ketahui Pramuka banyak sekali kegiatannya. Terlebih anggota Pramuka ini mayoritas adalah anak milenial. Dengan mendapatkan pelatihan memgenai POM, harapannya Pramuka bisa menjadi fasilitator dan menularkan ilmunya kepada pihak lain agar bermanfaat bagi masyarakat," jelas Trikoranti. (WAHYU KRIDA/B-2)

Berita Terbaru