Anak Sabu Mengaku Ditendang dan Diancam Napi Sabu

  • Oleh Naco
  • 15 Agustus 2019 - 14:30 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Anak kasus sabu mengaku dipukul dan diancam oleh narapidana sabu berinisial Ba yang menjadi saksi dalam perkaranya itu.

"Waktu masuk ke sana (Lapas Sampit) belakang saya langsung ditendang saat bertemu dia," kata anak yang berumur 17 tahun itu, saat akan jalani sidang di Pengadilan Negeri Sampit, Kamis, 15 Agustus 2019.

Selain ditendang, anak juga mengaku diancam oleh Ba karena dalam pengakuannya menyebutkan sabu yang diamankan darinya itu adalah milik Ba.

"Sekali saja dipukulnya. Jangan bawa-bawa dia katanya," ucap anak yang juga ia sampaikan di hadapan jaksa Arie Kesumawati dan penasihat hukumnya Bambang Nugroho itu.

Anak diamankan di kediamannya pada Jumat, 19 Juli 2019 sekitar pukul 14.45 WIB. Darinya diamankan sebanyak 16 paket sabu dengan berat 64,24 gram.

Anak mengaku hanya sebagai kurir diminta oleh Ba mengantar sabu itu. Jika berhasil anak akan diberikan upah oleh napi kasus sabu itu.

Akibat pengungkapan itulah, Ba jadi saksi dalam kasus ini. Jaksa sudah memanggilnya jadi saksi, namun Ba tidak hadir.

"Kenapa tidak dibawa, maka sudah dipanggil," tanya jaksa Arie Kesumawati kepada petugas.

Menurut petugas, Bimansya sudah mau dibawa untuk dibawa ke Pengadilan Negeri Sampit namun pria yang sudah 3 kali masuk penjara itu menolak hadir jadi saksi. (NACO/B-2)

Berita Terbaru