Kawasan Pertanian Terancam Kekeringan

  • Oleh Naco
  • 15 Agustus 2019 - 15:40 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Anggota  DPRD Kotawaringin Timur, H Abdul Kadir meminta agar lokasi pertanian yang terancam kekeringan musim kemarau ini harus segera diantisipasi. 

Kadir menyebutkan apabila musim kemarau Agustus ini tidak ada hujan maka tidak menutup kemungkinan sawah warga akan kering. 

"Selain itu juga persendian air di tanggul warga juga mulai banyak menipis, maka dari itu perlu segera dikoordinasikan dengan instansi teknis," kata Kadir, Kamis, 15 Agustus 2019.

Kadir mengaku khawatir jika kekeringan itu berada di daerah sawah warga. Maka dari itu, harus ada langkah antisipasi untuk menanggulanginya.

Maka dari itu, kata Politisi Golkar Kotim ini  pembuatan sumber mata air di sekitar persawahan adalah hal  yang penting dan utama. 

“Sumber air sekarang adalah sumur itu, karena kalau kemarau panjang tanggul penampungan warga biasanya sudah banyak kering,  makanya setiap tahun kami selalu mendorong agar persawahan tidak hanya bergantung kepada air sungai tetapi juga harus dibangun sumur buatan," tegasnya.

Menurut Kadir, lokasi sawah yang kerap jadi langganan kekurangan air di musim kemarau ini adalah di bagian selatan. Daerah itu memang didominasi persawahan modern. 

Berbeda dengan lokasi pertanian tradisional di daerah pedalaman, meski  air kering padi tanam itu masih bisa tumbuh. Namun dalam pembukaan lahannya secara tradisional dan masih mengandalkan sistem bakar lahan.(NACO/B-2)

Berita Terbaru