Ini Upaya Pemkab Kotawaringin Barat Tagih Pajak Hotel Tertunggak Hingga Rp 5 Miliar

  • Oleh Wahyu Krida
  • 16 Agustus 2019 - 17:10 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Tunggakan pajak beberapa pengusaha dan yang paling besar berasal dari Swiss Bellinn Pangkalan Bun dengan nominal hampir Rp 5 miliar membuat Pemkab Kobar melakukan beberapa upaya.

Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Nurhidayah, Jumat, 16 Agustus 2019 mengatakan, selain dilakukan upaya penagihan, tim yustisi juga sudah dibentuk.

"Nanti  kami akan menggelar rapat lagi bersama tim yustisi terkait kendala apa saja yang dihadapi dalam hal penagihan pajak tersebut," jelas Bupati di DPRD Kobar usai mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Kobar Ahmadi Riansyah mengatakan, ketidakpatuhan pembayaran pajak hotel ini dilakukan oleh manajemen lama hotel.

"Awalnya hotel ini dinyatakan pailit melalui pengadilan. Begitu kepemilikan usahanya diambil alih oleh manajemen lain, setoran pajak lancar," jelas Wabup.

Namun, lanjut Wabup,  ketika  manajemen lama yang sebelumnya dinyatakan pailit,  menang melalui kasasi dan mengambil alih kepemilikan hotel tersebut, pembayaran pajak kembali tidak lancar.

"Upaya persuasif agar manajemen bisa membayar pajak yang merupakan kewajibannya masih dilakukan. Pemkab Kobar berkoordinasi dengan tim yustisi dari Polres Kobar dan Kejaksaan Negeri Pangkalan Bun," jelas Wabup.

Menurut Wabup, bila pembayaran pajak hotel tidak dilakukan kepada Pemkab Kobar, hal tersebut merupakan tindakan pidana.

"Penjelasan logisnya seperti ini. Pajak hotel adalah uang yang disetorkan masyarakat pengguna hotel, dimasukkan melalui tarif pelayanan hotel. Uang tersebut dititipkan pada pengelola hotel dan wajib disetorkan pada pemerintah. Karena hal ini masuk ranah pidana, maka kami akan lakukan kajian lebih dalam untuk mengambil tindakan refresif," jelas Wabup. (WAHYU KRIDA/B-2)


TAGS:

Berita Terbaru