Bisnis Sabu di Puntun Terasa Lumrah

  • Oleh Agus Priyono
  • 19 Agustus 2019 - 18:36 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Bisnis sabu di kawasan Puntun bukan sebuah bisnis yang menakutkan malah terlihat bisnis yang lumrah. Hal tersebut dapat terlihat dari rekaman CCTV di lokasi tempat menjual sabu usai penggerebekan yang dilakukan oleh kepolisian dari Polres Palangka Raya.

Dari video CCTV tersebut terlihat tempat menjual sabu yang dibuat tampak seperti loket penjualan tiket. Terlihat juga beberapa toples yang diduga tempat sabu siap jual diletakkan sesuai kisaran harganya.

Kapolres Palangka Raya, AKBP Timbul RK Siregar mengatakan sabu yang dijual dilokasi penggerebekan tersebut berkisar antara Rp 100 ribu, Rp 150 tibu, Rp 200 ribu, dan Rp 400 ribu.

"Mereka menjual sabu yang diletakan dalam box sesuai harga dari Rp 100 ribu  sampai Rp 400 ribu. Jadi orang yang mau beli tinggal bayar dan ambil sabu sesuai harga," ujat Timbul, Senin, 19 Agustus 2019.

Ia menambahkan jika lumrahnya bisnis sabu di kawasan Puntun itu terkihat dari beberapa selebaran yang menunjukan bahwa di tempat penjualan sabu tersebut juga menyediakan jasa penyewaan alat hisap sabu atau yang dibasa disebut bong itu.

Harga yang ditawarkan pun terlihat murah. Harga yang diberikan untuk menyewa tiap bongnya hanya seharga Rp 10 ribu hingga Rp 30 ribu saja. 

"Disitu ada juga penyewaan bong. Harga sewanya ada yang seharga Rp 10 ribu untuk satu bong. Saya rasa itu sudah sangat mengkhawatirkan," tandasnya. (AGUS/B-5)

Berita Terbaru