Sekda Kalteng Ingatkan Ada Ratusan Jenis Bajakah, Salah Satunya Beracun

  • Oleh Budi Yulianto
  • 19 Agustus 2019 - 20:36 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Banyaknya akar Bajakah yang mendadak dijual warga pascaviral menjadi perhatian serius pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Apalagi Bajakah ada ratusan jenisnya, dan ada yang beracun.

Pemprov Kalteng pun menyurati Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Kalteng untuk memantau, dalam rangka mengantisipasi eksploitasi Bajakah. 

Di sisi lain, pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dengan maraknya penjualan Bajakah termasuk secara online. 

Sebab, sekda mengaku tidak mengetahui persis manfaat Bajakah yang marak dijual itu, meskipun terdapat label menyembuhkan kanker. Sedangkan jenis Bajakah ada ratusan. Selain untuk penyembuhan, ada di antaranya yang beracun. 

"Bajakah ada ratusan jenis dan ada yang beracun. Kita tidak ingin nanti malah yang terambil Bajakah beracun," kata Fahrizal Fitri, Senin, 19 Agustus 2019.

Oleh sebab itu, lanjut sekda, akan dilakukan penelitian lebih jauh untuk mengungkap seberapa besar manfaat dari akar Bajakah. Langkah ini bukan sekadar rencana karena pada Selasa, 20 Agustus 2019 besok, pihaknya bersama stakeholders akan melakukan rapat membahas Bajakah tersebut. 

"Jadi nanti kita harapkan Bajakah yang digunakan betul-betul bermanfaat untuk penyembuhan," kata Fahrizal.

"Besok kita rapat. Semua stakeholder terkait kita undang. Termasuk ada Balai POM, dewan riset, perguruan tinggi dan lainnya karena ini salah satu kekayaan kita yang tentu sangat membanggakan Kalteng," pungkasnya. (BUDI YULIANTO/B-11/Adv)

Berita Terbaru