Satwa Liar Masuk Permukiman Akibat Karhutla

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 20 Agustus 2019 - 14:56 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah, mengganggu habitat satwa dilindungi. Imbasnya, ada satwa yang masuk kawasan permukiman. 

"Satwa liar masuk ke kebun dan permukiman warga karena hutan dan semak belukar yang menjadi habitat mereka di Kotim terbakar," kata Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, Muriansyah, Selasa, 20 Agustus 2019. 

Dirinya menerangkan, selama terjadinya kebakaran lahan di Kotim lebih sebulan ini, cukup banyak laporan masyarakat terkait gangguan satwa liar tersebut. Seperti di Desa Bagendang Hilir, seekor orangutan masuk ke perkebunan warga. Setelah di sekitarnya terjadi kebakaran.

"Saya yakin 100% orangutan tersebut terdampak Karhutla. Sehingga masuk ke pemukiman warga," kata Muriansyah. 

Selain itu, ada 6 tempat di Kotim yang sering didatangi satwa dilindungi seperti orangutan, bekantan, dan juga beruang. Bahkan di antaranya ada yang merusak dan memakan buah-buahan di kebun warga.

"Kalau laporan ada 6 kali yang masuk, di Desa Telaga Baru kemunculan bekantan, Desa Eka Bahurui orangutan dan beruang madu, Kelurahan Baamang Hulu ada tiga tempat dengan kemunculan orangutan dan beruang madu, serta di Jalan Lingkar Utara kemunculan orangutan," terang Muriansyah. 

Kondisi tersebut memang tidak bisa dipungkiri, karena saat ini Kotim sedang mengalami kemarau dan kebakaran lahan. Kerusakan hutan juga menjadi salah satu faktornya. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)

Berita Terbaru