Program Sida Pian Berbakti Diharapkan Menjadi Tradisi Baik

  • Oleh Norhasanah
  • 20 Agustus 2019 - 20:06 WIB

BORNEONEWS, Sukamara - Bupati Sukamara Windu Subagio berharap, program Sida Pian Berbakti menjadi tradisi baik bagi Kejaksaan Negeri Sukamara maupun masyarakat di Bumi Gawi Barinjam.

"Peluncuran program Sida Pian Berbakti ini adalah gerakan nyata dari WBK/WBBM atau wilayah birokrasi bersih dan melayani," kata Windu Subagio, Selasa, 20 Agustus 2019.

Menurut Windu, maksud dari kata Pian Berbakti adalah melayani untuk mengembalikan hak orang karena kasus atau perkara yang telah ditangani Kejari Sukamara.

"Mudah-mudahan peluncuran dari program Sida Pian Berbakti ini dapat menjadi satu tradisi baik bagi Kejaksaan Negeri Sukamara dan semua bagi Kabupaten Sukamara," harapnya.

Sementara Kajari Sukamara, Fajar Sukrisyawan mengatakan, program Sida Pian Berbakti bertugas untuk mengembalikan barang bukti langsung ke rumah-rumah warga tanpa perlu mengurus pengembalian barang bukti ke kantor Kejaksaan.

"Dengan demikian, jika selama ini si pemilik datang ke kantor Kejaksaan untuk mengambil barang bukti miliknya, dengan adanya program Sida Pian Berbakti ini, kami sendiri yang akan mengantarkan barang bukti kepada pemilik, ini merupakan bukti komitmen kami untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Fajar.

Fajar menambahkan, dalam program tersebut, pihaknya memang lebih menggunakan bahasa daerah setempat sehingga lebih dimengerti oleh masyarakat terhadap program yang dilaksanakan.

"Pemilihan kata bahasa dalam nama program ini memang menggunakan bahasa daerah, agar mudah dimengerti sekaligus melestarikan adat dan budaya yang ada di Sukamara," terang Fajar Sukristyawan. (NORHASANAH/B-2)

Berita Terbaru