Warga Kecewa Tidak Bisa Kirim Akar Bajakah Keluar Kalteng

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 20 Agustus 2019 - 20:56 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sejumlah warga Kobar merasa kecewa, lantaran adanya peraturan larangan mengirim obat herbal akar Bajakah keluar wilayah Kalteng.

Sejumlah warga mendatangi Kantor SKW II BKSDA Kalteng di Pangkalan Bun untuk meminta surat izin pengiriman obat herbal tersebut. Namun usaha mereka ditolak oleh petugas yang BKSDA di Pangkalan Bun, Selasa, 20 Agustus 2019.

Pantauan Borneonews, dalam kurun waktu kurang dari satu jam, sudah ada tiga warga yang mendatangi Kantor BKSDA dengan tujuan yang sama, yaitu meminta dikeluarkan surat izin pengiriman akar Bajakah.

Tidak hanya dari dalam wilayah Kobar, Ansari (28) warga Kelurahan Tapin Bini, Kecamatan Lamandau, Kabupaten Lamandau pergi ke Pangkalan Bun hendak mengirim akar bajakah langsung melalui bandar udara Iskandar. Namun oleh petugas ditolak.

"Saya sudah dari 4 jasa pengiriman tidak bisa, suruh langsung ke bandara, dari bandara suruh ke BKSDA, bagaimana ini cuma kirim sedikit saja tidak bisa, malah dilempar sana - sini" ucapnya kesal.

Saat diwawancari oleh Borneoenews, ia menyampaikan akan mengirim Akar Bajakah tersebut pada seorang mahasiswa yang ada di Jogja untuk dilakukan penelitian.

"Saya kirim dua sampel saja, untuk penelitian anak mahasiswa di Jogja untuk mengetahui manakah akar yang benar- benar bisa dijadikan obat kanker," ungkapnya.

Ia berharap, pemerintah dapat memberikan keringanan, boleh mengirim akar bajakah tetapi dengan disertai izin dan keperluannya. "Harusnya boleh lah kalau cuman dua jenis dan untuk keperluan penelitian," tandasnya. (DANANG/B-2)

Berita Terbaru