Soal Akar Bajakah Viral, Kadis Pendidikan Tegaskan Cuma Ingin Anak SMA Jadi Peneliti Hebat

  • Oleh Budi Yulianto
  • 21 Agustus 2019 - 08:56 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Akar Bajakah menjadi viral hingga saat ini pascasiswa SMAN 2 Palangka Raya sukses dalam karya ilmiahnya diajang internasional yaitu penggunaan akar Bajakah untuk mengobati kanker.

Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, Slamet Winaryo mengaku sempat sedih karena seolah 3 siswa siswi SMAN 2 Palangka Raya itu membawa dampak kurang bagus.

"Padahal kami ingin membawa anak-anak kami senang meneliti, sehingga mereka akan menjadi peneliti yang hebat nantinya," terang Slamet, Selasa, 20 Agustus 2019.

Dia menuturkan dalam menunjang wawasan peserta didik, ada sebuah program yang namanya peneliti belia. Itu sudah berjalan sejak 2011.

Bahkan sudah banyak yang dihasilkan dengan mengoptimalkan potensi kearifan lokal. Mulai dari pasak bumi, manfaat kulit durian dan lainnya.

"Sebenarnya ketika ke Korea ada 2 grup. Satunya mengangkat Bajakah, satunya lagi soal obat nyamuk. Semuanya juga juara 1. Cuma yang viral Bajakah," ungkapnya.

"Sebulan lalu juga ke Malaysia dan dapat perunggu. Atas nama Ciko dan Lili. Itu mengangkat kulit durian mengatasi keputihan. Jadi sebenarnya, setiap tahun kami ada prestasi," imbuhnya.

Slamet menyebut pascaviral, kondisi anak-anak sempat khawatir. Oleh sebab itu dia memohon dukungan semua pihak.

Slamet juga menyampaikan bahwa kearifan lokal telah dikemas dalam kurikulum yang masuk dalam pergub. Seperti bahasa dan sastra daerah, kesenian daerah, keterampilan dan kerajinan daerah, adat istiadat hukum adat, obat tradisional, nilai budaya lokal dan lain-lain.

"Sehingga sekolah boleh memilih apa yang perlu dikembangkan. Kearifan lokal kita cukup banyak dan kami mendukung. Tapi tolong untuk anak kami, mohon dipahami betul jangan sampai menjadi persoalan sampai hal tekhnis. Mudahan besok sudah clear dan anak bisa belajar dengan tenang," tuturnya.

Diketahui, pemerintah Kalteng akan membentuk tim untuk meneliti lebih jauh manfaat akar Bajakah. Sehingga, ketika resmi menjadi obat tradisional, benar-benar aman dan layak untuk dikonsumsi. (BUDI YULIANTO/B-6)

Berita Terbaru