Penasihat Hukum Minta Penyidik Kembangkan Kasus Remaja Sabu

  • Oleh Naco
  • 21 Agustus 2019 - 12:10 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Bambang Nugroho, penasihat hukum remaja 17 tahun yang tersangkut kasus sabu, meminta agar kasus itu bisa dikembangkan.

Mengingat banyak fakta yang terungkap dalam persidangan kasus tersebut. Bahkan, jika dilihat dari uraian berkas perkara, ada yang terputus. 

Menurut Bambang, muncul dua nama baru dalam kasus itu. Selain saksi Bimansya yang berstatus narapidana di Lapas Sampit, yang disebut remaja 17 tahun sebagai pengendali peredaran sabu, dua nama lainnya yakni berinisial KK dan IR.

"Nah dua orang ini kenapa putus? Apalagi KK ada saja. Setidaknya dijadikan saksi atau ditangkap jika dijadikan DPO," ucap Bambang, Rabu, 21 Agustus 2019.

Diberitakan sebelumnya, seorang remaja berusia 17 tahun diamankan pada Jumat, 19 Juli 2019, di kediamannya di Kecamatan MB Ketapang. Dari remaja itu diamankan 16 paket sabu seberat 64,24 gram.

Dalam persidangan, remaja itu mengaku dihubungi Bimansyah untuk mengambil sabu ke IR sebanyak 17 paket. Kemudian 1 paket dijual dengan orang yang tidak dia kenal seharga Rp 5,3 juta. Uang hasil penjualan diserahkan kepada KK, yang merupakan adik kandung Bimansya.

"Kasihan kalau dia (remaja 17 tahun) saja, seolah-olah anak dijadikan korban," pungkas Bambang. (NACO/B-3)

Berita Terbaru