Pemkab Kotawaringin Timur Alokasikan Dana Penanggulangan Stunting 

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 21 Agustus 2019 - 16:40 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Pemkab Kotawaringin Timur (Kotim) mengalokasikan dana penanggulangan stunting melalui Dinas Kesehatan. Ini penting, terlebih angka kasus tersebut di Kotim cukup tinggi. 

"Alokasi dana pengendalian stunting di Kotim sudah dilakukan, melalui Dinas Kesehatan," ujar Asisten III Setda Kotim Imam Subekti saat membuka forum dialog pemanfaatan bantuan sosial BPNT/PKH sebagai upaya pencegahan stunting Kemenkominfo RI, Rabu, 21 Agustus 2019. 

Pihaknya mengakui bahwa stunting di Kotim ini masih tinggi bahkan dari data dari organisasi kesehatan dunia WHO, stunting di Kotim mencapai 35%. Sehingga jika dihitung dari perbandingan 10 orang, maka ada 3 orang yang mengalami stunting. Sedangkan standar WHO sendiri paling tidak 20%. 

Hal tersebut membuat Kotim menjadi prioritas penanganan stunting dari 160 kabupaten yang ada di Indonesia. Ini juga yang harus ditanggulangi oleh pemerintah daerah. 

"Jadi kami akan terus berupaya menanggulangi stunting terutama memberikan asupan gizi anak dalam 1.000 hari pertama kehidupan (HPK)," kata Imam. 

Penanganan stunting tidak hanya dilakukan pemerintah daerah saja. Namun juga pusat melalui anggaran dana desa. 

Sehingga diharapkan pemerintah desa bisa menjalankan hal tersebut dengan baik. Terutama dalam memperhatikan kebutuhan gizi anak, sanitasi, kebersihan lingkungan, dan memberikan pengetahuan terkait dengan kesadaran masyarakat untuk hidup bersih. (MUHAMMAD HAMIM/B-5) 

Berita Terbaru