Pengamat Politik Nilai Klaim Kaltim Ibukota Negara Hanya Setingan Komunikasi Publik

  • Oleh Hermawan Dian Permana
  • 21 Agustus 2019 - 17:50 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pengamat Politik Reza Zaki menilai dua kali klaim pemindahan ibu kota negara Indonesia ke Kalimantan Timur hanya agenda setting.

“Ya elit Kaltim sedang memainkan apa yang disebut agenda setting dalam komunikasi publik,” ujar Reza melalui pesan whatsapp, Rabu, 21 Agustus 2019.

Menurut dia, komunikasi publik yang dimainkan dengan memanfaatkan media massa tersebut menjadi magnet untuk digoreng ke publik agar mendapatkan legitimasi.

Hal tersebut nantinya diyakini akan memengaruhi audience dan menjadi pertimbangan tersendiri bagi Jokowi dalam memutuskan ibu kota pemerintahan RI.

“Itu hanya cari perhatian publik saja biar ada legitimasi kuat dari publik,” jelas pengajar Fakultas Politik Universitas Muhammadiah Palangka Raya ini.

Seperti diketahui Kalimantan Timur sudah dua kali mengklaim sebagai ibu kota negara RI terpilih. Mulai dari bacaan doa bersama pidato kenegaraan, sampai kelakar Gubernur Kalimantan Timur Ishran Noor saat pertemuan regional beberapa waktu lalu. (HERMAWAN DP/B-2)

Berita Terbaru