Ibu Menangis Mendengar Anak Divonis 6 Tahun Penjara Dalam Kasus Sabu

  • Oleh Naco
  • 22 Agustus 2019 - 20:16 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Seorang remaja berusia 17 tahun yang menjadi terdakwa kasus sabu, dijatuhi hukuman enam tahun penjara dan latihan kerja selama 90 hari. Ibu terdakwa yang turut hadir sidang pun langsung menagnis.

Hakim Ike Liduri tidak mengurangi tuntutan jaksa. Terdakwa dianggap bersalah telah menyimpan, menguasai dan mengedarkan sabu, sebagaimana diatur Pasal 112 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Namun demikian kami memilih untuk menerimanya," kata Agung Adisetiyono, penasihat hukum terdakwa, Kamis, 22 Agustus 2019.

Terdakwa diamankan di rumahnya wilayah Kecamatan MB Ketapang usai menjual sepaket sabu seharga Rp 5,3 juta. Darinya diamankan 16 paket sabu seberat 64,24 gram.

Penasihat hukum turut menyayangkan atas perkara itu. Bahkan mereka menilai anak merupakan korban. Dari fakta sidang, ada peran Bim, napi Lapas Sampit sebagai pemilik sabu dan mengendalikan peredaran itu dengan melibatkan anak.

Namun Bim hanya jadi saksi, terlebih adiknya berinisial KK juga tidak terseret. Padahal ada peran Bim dan adiknya itu dalam kasus ini. Akan tetapi saat jadi saksi, Bim menyangkal itu semua.

"Kita berharap dikembangkan jangan putus di anak ini saja. Kalau melihat kronologisnya ia hanya kurir. Sementara pemilik barang atau pengedar terputus," pungkas Agung. (NACO/B-11)

Berita Terbaru