Balai POM Sudah Turun ke Lapangan Pantau Penjual Bajakah, Ini Hasilnya

  • Oleh Budi Yulianto
  • 22 Agustus 2019 - 20:42 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Balai Pengawasan Obat dan Makanan atau BPOM Palangka Raya bersama Dinas Kesehatan Kalteng sudah turun ke lapangan untuk memantau penjualan akar bajakah.

"Kami melakukan pengawasan ke sarana penjualan obat tradisional. Kemarin kita temukan ada bajakah yang sudah dalam bentuk serbuk," kata Kepala BPOM, Trikoranti Mustikawati, Kamis, 22 Agustus 2019.

Ia menuturkan, selain sudah dalam bentuk serbuk, juga ditemukan akar bajakah yang masih dalam bentuk kayu. Namun, Trikoranti menyayangkan karena di situ terdapat label khasiat yang seakan-akan sudah dipastikan benar. 

"Kita temukan tidak ada izin edarnya. Kemudian, juga ada penandaan atau memberikan klaim berlebihan yaitu mengobati kanker. Ini yang perlu dilakukan pembinaan kepada penjual untuk tidak memberikan label berlebihan," tuturnya. 

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah serius menyikapi akar bajakah. Pemerintah juga membentuk tim agar akar tersebut nantinya bisa diteliti lebih jauh untuk memastikan khasiatnya.

Sebab, jenis akar Bajakah sekitar 200 lebih yang memiliki khasiat berbeda. Bahkan, ada di antaranya yang beracun. (BUDI YULIANTO/B-11)

Berita Terbaru