Mengintip Strategi Sampoerna Agro Hadapi Lesunya Harga CPO 

  • Oleh Nedelya Ramadhani
  • 23 Agustus 2019 - 09:00 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Strategi efisiensi dan peningkatan produktivitas ditempuh PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) di tengah lesunya harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO).

"Langkah yang ditempuh perseroan adalah meningkatkan skala produksi dan produktivitas kebun sejalan dengan efisiensi yang sedang dilaksanakan di tengah pasar yang sedang lesu," kata Head of Investor Relations Sampoerna Agro, Michael Kesuma, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta akhir pekan ini. 

Cara lain yang ditempuh ketika harga CPO lesu, menurut Michael, dengan mengencangkan ikat pinggang dan memilah alokasi belanja modal sesuai skala prioritas. 

"Jumlah belanja modal kami sedikit menurun dibanding tahun lalu, menjadi Rp329 miliar, turun 4% dibanding periode yang sama tahun lalu," paparnya.

Namun, masih ada peluang meningkatkan kinerja dengan harga minyak sawit yang sudah menembus angka Rp7.000 per kg sebab pada awal tahun sempat di bawah Rp6.000 per kg.

Pada semester I tahun ini, SGRO mengantongi pendapatan Rp1,36 triliun, naik 2,26% secara tahunan. Di sisi lain, SGRO berbalik rugi Rp19,22 miliar pada semester I-2019 dari posisi laba Rp88,47 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. (NEDELYA RAMADHANI/m)

Berita Terbaru