Berburu Bajakah di Hutan Abaikan Ancaman Hewan Liar

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 23 Agustus 2019 - 17:08 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Saiful (30), warga Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yang merupakan penjual akar bajakah di Sampit.

Ia rela masuk ke dalam hutan untuk mencari akar bajakah, agar bisa dijual dan meningkatkan ekonomi keluarganya. Meskipun banyak hewan liar seperti ular dan babi hutan. 

"Kendalanya, di hutan tempat saya mencari akar bajakah ini masih banyak hewan liar. Seperti ular, dan babi hutan," ujar Saiful, kepada wartawan, Jumat, 23 Agustus 2019. 

Meskipun masih banyak hewan liar tersebut, namun dirinya tetap nekat mencari akar bajakah tersebut. Karena saat ini memang sedang diburu banyak orang. Sehingga otomatis harga jual juga cukup tinggi. 

Namun dirinya mengaku terus berhati-hati saat mencari akar tersebut. Sejumlah peralatan juga disiapkan, sebagai antisipasi jika ada serangan dari hewan tersebut. 

"Tentu selalu berhati-hati, jika sudah sangat membahayakan bagi diri saya. Maka saya akan menghindari hal ini," kata Saiful. 

Dirinya mengaku mengambil kayu bajakah ini di hutan yang berada di seberang Sungai Mentaya. Dari tepi sungai, juga harus masuk ke dalam anak sungai dengan kisaran panjang 2 kilometer.  

Saat menyusuri hutan tersebut, tanah becek dan gambut juga menjadi kendala, karena mempersulit gerak dirinya untuk mencari akar tersebut. 

"Masuk ke sekitar lokasi mencapai 2 kilo, dengan menggunakan perahu kecil. Namun perahu tersebut dimatikan mesinnya, dan hanya menggunakan dayung saja. Karena air anak sungai mentaya tersebut sangat dangkal," terang Saiful. 

Meskipun berbagai kendala dihadapi, namun dirinya tetap nekat mencari akar bajakah tersebut. Karena hasil yang diuntungkan cukup besar, dan bisa membantu menyembuhkan orang sakit kangker. Sehingga sisi kemanusiaan juga menjadi salah satu alasan dirinya berani mengambil kayu tersebut. (MUHAMMAD HAMIM/B-5) 

Berita Terbaru