Warga Dua Kecamatan di Katingan Minta Kerukan Hantipan Dikeruk

  • Oleh Abdul Gofur
  • 24 Agustus 2019 - 21:05 WIB

BORNEONEWS, Kasongan - Warga dua wilayah kecamatan di Kabupaten Katingan meminta kepada pemerintah kabupaten memperhatikan kondisi Kerukan Hantipan yang setiap musim kemarau sejauh ini selalu dangkal.

Seperti kemarau tahun 2019 saat ini, Kerukan Hantipan yang berada di wilayah Kecamatan Mendawai dan Katingan Kuala juga dangkal. Akibatnya kelotok penumpang maupun barang tidak bisa langsung mengarungi kerukan ini, baik dari Pegatan menuju Sampit maupun sebaliknya. 

Pun demikian dari Mendawai ke Sampit. Pasalnya, saat kondisi kerukan dangkal kelotok yang biasa hilir mudik dari Sampit ke wilayah dua kecamatan ini terganggu.

Bahkan untuk melewati titik kerukan dangkal penumpang harus berganti kelotok yang lebih kecil atau CES.

Tidak jarang juga penumpang kelotok harus berjalan di tepi kerukan ataupun mendorong kelotok saat melintasi kerukan dangkal itu.

Akibat Kerukan Hantipan dangkal, biaya tranfortasi warga dua wilayah ini bertambah tinggi.

"Dari dulu kalau sudah kemarau pasti Kerukan Hantipan itu dangkal dan sulit dilalui kelotok," ujar Madan, warga Pegatan Kecamatan Katingan Kuala, Sabtu, 24 Agustus 2019.

Untuk itu Madan berharap kepada Pemerintah Kabupaten Katingan peka dan bisa menganggarkan untuk pengerukan Kerukan Hantikan itu.

"Harapannya pemerintah daerah bisa melakukan pengerukan terhadap Kerukan Hantipan yang dangkal itu," harapnya.

Kerukan Hantipan, katanya memiliki panjang sekitar 30 kilometer sebagian berada di wilayah Katingan dan sebagian lainnya masuk Kabupaten Kotim.

Berita Terbaru