Ujian Negara Amatir Radio Minim Peserta karena Gunakan Sistem CAT

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 25 Agustus 2019 - 18:16 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Ujian Negara Amatir Radio yang menggunakan sistem computer assisted test (CAT) ternyata sangat berpengaruh terhadap peserta.

Sehingga membuat ujian yang dilaksanakan di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kotawaringin Timur ini minim peserta.

"Kalau dibandingkan tahun sebelumnya, peserta sangat minim karena mereka terbebani dengan ujian sistem CAT yang sejak tahun ini diterapkan," ujar Ketua Orari Daerah Kalimantan Tengah Radha Krisnadi Ngaki, Minggu, 25 Agustus 2019.

Dia menerangkan tahun sebelumnya Ujian Negara Amatir Radio diikuti 349 orang. Namun pada 2019 ini hanya diikuti 143 orang.

Mereka dari Kota Palangka Raya dan Kotim. Untuk mempermudah peserta agar tidak jauh datang ke Palangka Raya.

"Ini terjadi karena kawan-kawan merasa terbebani dengan sitem CAT yang diterapkan. Sehingga mereka khawatir tidak lulus dan tidak bisa menggunakan komputer," katanya.

Sebenarnya apa yang dipikirkan kawan-kawan yang bernaung di organisasi radio amatir ini tidak benar. Karena sistem CAT ini malah mempermudah mereka untuk lulus. Apalagi hasil atau nilai dari ujian tersebut langsung bisa dilihat setelah semuanya selesai dikerjakan.

"Bahkan jika masih ada waktu, soal yang dianggap salah masih bisa diperbaiki dan kesalahan juga langsung diberitahu, sehingga kemungkinan lulus sangatlah besar," terangnya.

Ke depan diharapkan peserta yang sudha pernah ikut bisa memberikan informasi kepada kawan-kawan mereka, sehingga mereka tidak takut lagi untuk ikut Ujian Negara Amatir Radio. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)

Berita Terbaru