Ini Pertimbangan Presiden Putuskan Ibu Kota RI Pindah di Kaltim

  • Oleh Budi Yulianto
  • 26 Agustus 2019 - 19:40 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Provinsi Kalimantan Timur resmi menjadi Ibu Kota Republik Indonesia yang baru. Ini setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan pada Senin, 26 Agustus 2019 sekitar pukul 13.00 WIB.

Pengumuman tersebut juga disiarkan secara langsung, salah satunya melalui YouTube. Dalam keterangannya, Jokowi menyampaikan sejumlah poin kenapa harus ke Kaltim.

“Pemerintah telah melakukan kajian mendalam dan kita intensifkan studinya dalam tiga tahun terakhir ini. Hasil kajian tersebut menyimpulkan bahwa lokasi ibu kota baru paling ideal adalah sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur,” ucap Jokowi.

Jokowi kemudian menyampaikan alasannya. "Satu, risiko bencana minimal baik bencana banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, gunung berapi dan tanah longsor," imbuhnya sebagaimana informasi yang diperoleh dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.

Selain itu, letak lokasi Kaltim yang berada di tengah Indonesia juga menjadi pertimbangan. Pertimbangan lainnya yakni lokasi yang ditetapkan berdekatan dengan wilayah perkotaan yang telah berkembang seperti Balikpapan dan Samarinda.

Berikutnya, soal infrastruktur yang dinilai lebih lengkap. Selanjutnya, tersedia lahan seluas 180 ribu hektare yang dikuasai pemerintah. (BUDI YULIANTO/B-5)

Berita Terbaru