Sejumlah Kapal Tidak Bisa Berlayar Sampai Kasongan

  • Oleh Abdul Gofur
  • 27 Agustus 2019 - 15:16 WIB

BORNEONEWS, Kasongan - Sudah lebih sebulan ini Sungai Katingan di Kabupaten Katingan surut akibat kemarau.

Surutnya Sungai Katingan ini menyebabkan kapal bertonase besar yang biasa hilir mudik hingga ke Kasongan ibu kota Kabupaten Katingan kini tidak bisa lagi tambat di Pelabuhan Kasongan itu. Namun untuk kapal yang muatannya tidak lebih dari 5 ton masih bisa hingga Kasongan.

"Biasanya kami membawa beras ke Kasongan dalam sebulan empat kali ke sini, tapi sudah sebulan ini kami terpaksa sandar dan bongkar barang di Pelabuhan Kereng Pekahi Kecamatan Kamipang," ujar Agus, salah seroang nahloda kapal angkut beras dari wilayah Kecamatan Katingan Kuala saat berada di Kasongan, Selasa, 27 Agustus 2019.

Menurut Agus, kapal yang ia nahkodai saat ini tengah bongkar barang di Pelabuhan Kereng Pekahi.

"Langganan saya di Kasongan sejak air Sungai Katingan surut terpaksa mengambil ke Pelabuhan Kereng Pekahi Kamipang itu lewat jalur darat," akunya.

Akibat Sungai Katingan surut, kata Agus ia mengaku tidak jarang kehilangan pelanggannya. Pasalnya, kampung atau desa tepi sungai yang biasa disinggahi sejak sebulan terakhir tidak lagi ada transaksi, karena kapal harus sandar di Pelabuhan Kereng Pekahi itu.

"Sekarang kita bawa sesuai pesanan, kalau kondisi air Sungai Katingan pasang kami bisa mengecer di kampung-kampung yang kita lewati, karena ait sungai surut kami hanya sampai Pelabuhan Kereng Pekahi," katanya.

Biasanya, untuk sekali jalan kapal dimuat lebih dari 20 ton beras, dan tidak lebih dari seminggu beras biasanya ludes terjual.

"Semua yang kami bawa adalah beras trans Pegatan, yaitu beras yang baru digiling," imbuhnya.

Dari pantauan borneonews.co.id  meski sudah beberapa kali wilayah Katingan diguyur hujan, namun Sungai Katingan sekitar Jembatan Sei Katingan masih tampak surut meski ada peningkatan debit air sungai. (ABDUL GOFUR/B-6)

Berita Terbaru