Ini Alasan Polisi Kesulitan Menangkap Bandar Narkoba di Puntun

  • Oleh Agus Priyono
  • 28 Agustus 2019 - 00:34 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya – Aparat Polres Palangka Raya melakukan tindakan cukup frontal dengan melakukan penggerebekan di wilayah zona merah narkotika di Palangka Raya, tepatnya di wilayah Puntun. Dalam penggerebekan itu polisi mengamankan seorang bandar besar berinisial S atau yang biasa dipanggil Am.

Kapolres Palangka Raya, AKBP Timbul RK Siregar mengatakan, dalam penangkapan tersebut pihaknya mengalami kesulitan lantaran akses masuk ke pemukiman yang sulit dengan jalanan sempit.

Menurutnya, dengan kondisi seperti itu menghambat para anggota bergerak cepat  meringkus para pelaku pengedar maupun bandar, sehingga informasi penggerebekan rentan bocor.

“Memang pintu masuknya agak sulit, sehingga setiap kami akan masuk ke dalam pasti akan bocor. Tadi personel kami masuk ke dalam dengan mengendap dan memutar, lalu berhasil mengamankan yang bersangkutan yang sudah jadi DPO kami sejak lama,” jelas Timbul, Selasa, 27 Agustus 2019.

Ia menambahkan, kesulitan lain yang dialami aparat kepolisian adalah tindakan masyarakat yang tutup mulut tentang keberadaan para bandar. Bahkan ada masyarakat terkesan membantu bandar dengan menginformasikan kepada para bandar jika ada polisi datang untuk melakukan penggerebekan.

“Kesulitan kami mengungkap kasus narkoba disini itu karena masyarakat di sini tutup mulut, kemudian apabila mereka melihat aparat, langsung menginformasikan kepada para bandar sehingga mereka bisa langsung bubar dan kabur,” jelasnya. (AGUS/B-2)

Berita Terbaru