Sipir Ungkap Permainan Napi Kendalikan Bisnis Sabu di Dalam Lapas

  • Oleh Naco
  • 29 Agustus 2019 - 19:02 WIB

BORNEONEWS, Sampit - KWA sipir Lapas Kelas IIB Sampit terdakwa kasus narkotika mengungkap permainan Narudi alias Naruto alias Udin napi Lapas Sampit dalam mengendalikan peredaran sabu di dalam sel itu.

Kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Sampit yang diketuai AF Joko Sutrisno dan jaksa Rahmi Amalia ia menyebut Naruto di dalam Lapas begitu mudahnya menggeluti usaha itu. Bahkan larangan tidak boleh menggunakan ponsel di dalam sel tidak berlaku bagi napi sabu itu.

"Sering saja dirazia dan beberapa kali dia (Naruto) kedapatan bawa ponsel namun oleh petugas dikembalikan lagi," kata KWA, Kamis, 29 Agustus 2019.

Termasuk saat ia pertama kali mengenal sabu langsung ditawari oleh Naruto. Ketut menerima sabu secara gratis dari Narudi. Tidak hanya KWA, petugas lainnya juga pernah mendapatkan sabu dari Naruto.

"Semua orang lingkungan situ (Lapas) sudah tahu dengan dia, tidak ada yang tidak tahu," ucap Ketut.

Bahkan saat penasihat hukumnya Bambang Nugroho menanyakan mengapa Naruto sampai sebebas itu, menurut KWA selama ini ada yang melindunginya sehingga dengan mudah mengendalikan peredaran sabu di dalam lapas.

KWA juga menyebut jika ingin mendapatkan sabu bisa langsung diberi oleh Naruto atau melalui kaki tangannya terpidana SHK.

"Pernah saya tanyakan dari mana sabu itu, tidak perlu tahu katanya," tutur KWA.

KWA diamankan di Jalan H Ikap, dan dibawa ke rumah dinasnya di Jalan Lembaga, Kelurahan Sawahan, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur pada Rabu, 6 Maret 2019 sekitar pukul 09.30 Wib usai petugas mengamankan Ali.

Dari penggeledahan di kediaman KWA ditemukan sejumlah barang bukti diantaranya satu paket kecil narkotika jenis sabu, 3 buah pipet kaca, alat hisap sabu berupa bong, korek api gas, ponsel dan sebuah kotak bekas permen. Pengakuan KWA, sabu itu dari Naruto tersebut. Meski hal itu dibantah oleh Naruto saat ia sidang peka lalu. (NACO/B-5)


TAGS:

Berita Terbaru