Para Korban Pelecehan Seksual Butuh Pendampingan Psikolog

  • Oleh Agus Priyono
  • 29 Agustus 2019 - 21:16 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya – Para mahasiswi yang menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum dosen berinisial PS, perlu pendampingan secara psikolog.

Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Palangka Raya (UPR), Wawan Novardo mengatakan, kondisi mental dari para korban ini sedikit terganggu. Dengan adanya peristiwa pelecehan ini korban menjadi menutup diri, terlihat banyak tekanan dan juga minder terhadap teman lainnya.

“Korban kami lihat sepertinya ada gangguan, jadi mereka lebih menutup diri, minder dan lainnya. Jadi kami mengarahkan mereka untuk pergi ke psikolog,” ujar Wawan, Kamis, 29 Agustus 2019.

Ia berharap, dalam pengobatan mental para korban pihak kampus juga terlibat. Salah satunya memfasilitasi masalah biaya dan lain hal hingga para korban sembuh dari trauma pascapelecehan yang dialaminya.

“Kami berharap, pengobatan para korban ini ke psikolog, pihak kampus dapat memfasilitasi hal tersebut,” pungkas Wawan.

Sejauh ini, tindakan kampus terhadap PS terkait kasus pelecehan seksual terhadap mahasiswinya adalah memberhentikan PS sebagai dosen dan jabatannya sebagai Ketua Program Studi (Kaprodi) Pendidikan Fisika FKIP UPR. (AGUS/B-2)

Berita Terbaru