Oknum Dosen Sempat Minta Damai dengan Korban Pelecehan Seksual

  • Oleh Agus Priyono
  • 29 Agustus 2019 - 21:26 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya – Oknum dosen berinisial PS sempat minta damai dengan korban atas perbuatan yang dilakukannya. Hal itu disampaikan oleh Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Palangka Raya (UPR), Wawan Novardo usai jumpa pers di gedung Rektorat UPR, Kamis, 29 Agustus 2019.

Wawan mengatakan, tersangka PS pernah menghubungi korban melalui pesan singkat yang menyatakan permintaan damai kepada korban. Namun pihak BEM menyarankan untuk menolak tawaran tersangka, dan tetap melanjutkan kasus tersebut ke jalur hukum.

“Korban sempat cerita kalau dikontak oleh PS. Katanya minta damai, tapi kami sarankan untuk ditolak dan tetap dilanjutkan ke jalur hukum,” ujar Wawan.

Ia menambahkan, penolakan permintaan damai dari tersangka tersebut sebagai langkah pencegahan agar nantinya tidak ada mahasiswi lain yang menjadi korban nafsu bejat tersangka PS.

“Kami takut kalau ajakan damai dari itu diterima, akan ada korban lain yang dilecehkan oleh oknum dosen tersebut. Jadi lebih baik ditolak saja seperti itu,” pungkas Wawan.

Sejauh ini BEM Kampus UPR baru menerima laporan pengaduan dari 6 mahasiswi terkait pelecehan yang dilakukan oknum dosen berinisial PS. Belum ada laporan dari mahasiswi lainnya yang menjadi korban dari PS yang kini berstatus sebagai tersangka itu. (AGUS/B-2)

Berita Terbaru