BEM UPR Buka Posko Pengaduan Pelecehan Seksual

  • Oleh Agus Priyono
  • 29 Agustus 2019 - 22:44 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Palangka Raya (BEM UPR) membuka posko aduan bagi para mahasiswa yang mengalami perlakuan tidak senonoh baik dari oknum dosen ataupun orang lainnya.

Wakil Presiden BEM UPR, Wawan Novardo mengatakan, pihaknya siap mengawal jika ada mahasiswa yang merasa dilecehkan oleh oknum dosen, tidak hanya PS, melainkan dosen lainnya. Pihaknya pun akan menjaga identitas dari tiap mahasiswa yang melapor kepada BEM.

Namun ia menegaskan, hingga saat ini, selain dari kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum dosen berinisial PS yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Ditreskrimum Polda Kalteng, pihak BEM belum mendapat laporan adanya dosen lain yang melakukan tindakan serupa.

“kalau ada mahasiswa yang melapor kami siap mengawal, soal identitas kami siap menjaga. Untuk saat ini isu atau cerita ada oknum dosen lain yang berbuat hal yang sama, kami tidak tahu karena belum ada laporan yang masuk ke kami,” ujar Wawan, Kamis, 29 Agustus 2019.

Ia menambahkan, terkait tindakan asusila yang dilakukan oleh PS, pihaknya belum pernah mendengar dan juga mendapat laporan jika ada korban yang hamil. Laporan yang diterima oleh BEM sejauh ini hanya pelecehan seperti organ intim dari korban yang disentuh oleh tersangka, atau tersangka yang meminta korban untuk memegang organ vitalnya.

“Kalau informasi dugaan hamil itu kami belum tahu. Yang kami tahu dari cerita korban yang melapor hanya dipegang-pegang saja,” pungkasnya. (AGUS/B-2)

Berita Terbaru