Pencegahan Stunting Dimulai 1000 Hari Pertama Kehidupan

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 30 Agustus 2019 - 21:00 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pencegahan stunting dimulai secara khusus sejak 1000 hari pertama kehidupan sejak kehamilan.

Kasi Pengelola Gizi Masyrakat Dinkes Kobar Novy Cahyani mengatakan, penekanan pencegahan stunting dengan memberikan peningkatan program di 1000 hari pertama kehidupan (HPK).

"Jadi saat hamil harus direncanakan dan selama hamil sampai usia dua tahun pemenuhan gizinya harus diperhatikan untuk mencegah stunting," ujarnya, Jumat, 30 Agustus 2019.

Ia menyampaikan, ketika ditemukan balita stunting tidak hanya cukup sekedar pemberian makanan tambahan atau PMT, jadi intervensinya stunting itu ialah pada peningkatan pola asuh, dan penekanan pencegahan dengan memberikan peningkatan program di seribu hari pertama kehidupan (HPK).

"Tidak bisa hanya sekadar memberikan PMT, ini tidak tepat, karena PMT itu hanya bisa diberikan pada balita yang bermasalah gizi kurus," ungkapnya.

Jadi ketika ditemukan balita stunting maka dilihat seribu hari pertama kehidupannya, mungkin berat badan lahir rendah (BBLR), lahir prematur, atau ada permasalahan gizi saat ibu hamil.

"Jadi seribu HPK itu saat janin di rahim ibu sampai bayi nanti lahir sampi usia dua tahun, itu yang disebut seribu HPK," ujarnya.

Ia menjelaskan, jika ditemukan stunting di usia dua tahun maka di lakukan konseling gizi, dengan menyarankan diberi dobel protein dan untuk usia dua tahun ke atas lebih ke arah pola asuhnya.

Balita stunting biasannya ada masalah pada petumbuhannya, mulai dari tinggi badannya lambat, perkembangan otaknya, jadi pertumbuhannya tidak sebanding dengan usianya.

"Misalnya anak di usia 2 tahun dia harusnya bisa bicara dengan lancar dan lari - lari, tetapi anak ini belum bisa berbicara kondisi badan lemah dan sering sakit," tandasnya. (DANANG/B-2) 

Berita Terbaru