Kotawaringin Timur Masih Ketergantungan Daging Sapi dari Daerah Lain

  • Oleh Naco
  • 31 Agustus 2019 - 09:20 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Khozaini menuturkan kebutuhan daging sapi di Kotim masih ketergantungan dari daerah lain.

Padahal sapi harusnya bisa dikembangkan oleh peternak lokal agar mampu mencukupi kebutuhan masyarakat Kotim.

"Sebulan itu kebutuhan sapi kita pada hari-hari biasa mencapai 150-180 ekor," kata Khozaini, Sabtu, 31 Agustus 2019.

Untuk memenuhi angka itu, semua masih ketergantungan dengan daerah lain, seperti Kotawaringin Barat, Pulau Sulawesi, Pulau Jawa, dan lainnya.

Bahkan terkadang, kata politisi Partai Hanura itu, kebutuhan daging sapi tidak dapat dipenuhi lantaran pasokan kosong. Kondisi ini biasa terjadi pada hari-hari besar keagamaan. Yang mana pada momen itu kebutuhan akan daging sapi meningkat.

Khozaini menegaskan, Kotim sebenarnya memiliki peternak lokal. Namun, pengembangan sapi masih terbatas. Bahkan masih kalah jauh dari Kabupaten Kotawaringin Barat.

Untuk itu, ia mendorong Pemkab Kotim memberdayakan peternak lokal agar mampu memenuhi kebutuhan sapi bagi daerah. 

"Karena kalau kita berbicara pakan, tentu sangat melimpah di tempat kita ini. Apalagi diintegrasikan dengan perkebunan kelapa sawit," pungkasnya.(NACO/B-3)

Berita Terbaru