Pemkab Kotawaringin Timur Kaji Kerja Sama Bangun Pertambangan Emas Skala Kecil

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 02 September 2019 - 16:22 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten ataiu Pemkab Kotawaringin Timur dalam waktu dekat akan melakukan kerja sama pembangunan pertambangan emas skala kecil (PESK) dengan Artisanal Gold Counsil (AGC)  Indonesia. 

Kerja sama tersebut akan dilaksankan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lentera Kartini Kotawaringin Timur yang rencananya akan dilakukan di wilayah pertambangan rakyat (WPR) Pudu Jaya, Desa Bukit Harapan, Kecamatan Parenggean, namun pihak pemerintah masih mengkajinya. 

"Kami sudah menerima tawaran kerja sama dari AGC. Saat ini kami tengah mempelajari secara detail terkait kerja sama yang ditawarkan," ujar Kabag Pemerintahan Setda Kotim, Diana Setiawan, Senin 2 September 2019. 

Hal tersebut dilakukan pihaknya, karena Bupati Kotim Supian Hadi selalu menekankan agar melihat dari segi keuntungan dan kerugian kerja sama apakah itu untuk pemerintah daerah sendiri maupun untuk masyarakat, sehingga mereka akan melakukan pengkajian lebih dalam terkait tujuan utama kerja sama tersebut. 

Dirinya juga menjelaskan sesuai PP 28 Tahun 2018 ada tiga jenis kerja sama yang diatur dalam peraturan itu. Yakni kerja sama antar pihak ke 3, antardaerah dan pemerintah luar negeri, atau organisasi luar berbadan hukum. 

"Sehingga kami juga ingin beberapa SOPD yang terlibat dalam kerja sama itu nantinya turut menjajaki draf dan isi-isi detail terkait tawaran kerja sama yang akan dibuat agar jelas nantinya," katanya. 

Di samping itu pihaknya juga menyambut baik dengan telah berjalannya beberapa program AGC yang dilaksanakan oleh LSM Lentera Kartini di WPR  Pudu Jaya Kecamatan Parenggean. Hal itu menurutnya membantu pemerintah dalam memperhatikan kondisi dan kesejahteraan para penambang emas di sana. 

Pihaknya juga sudah bertemu dengan AGC dan LSM Lentera Kartini di Sampit pada Kamis, 29 Agustus 2019 guna menyelaraskan isi MoU dan PKS terkait dengan program emas rakyat sejahtera. 

Manajer Proyek Indonesia AGC, Agni Pratama mengatakan sasaran program tersebut untuk meningkatkan sektor PESK. Baik itu untuk laki-laki dan perempuan pada masyarakat pertambangan di pedesaan yang ramah lingkungan. 

"Sehingga nantinya memiliki tanggung jawab sosial, dan dapat menguntungkan secara ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat penambang emas," terangnya. 

Berita Terbaru