Imbas Perang Dagang, Harga Minyak Kedelai Masih Bayangi Gerak CPO

  • Oleh Nedelya Ramadhani
  • 06 September 2019 - 06:06 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pergerakan negatif harga minyak kedelai yang menjadi rival minyak sawit, diperkirakan masih akan 'mengganggu' pergerakan harga minyak sawit mentah atau CPO.

Kondisi itu tergambar dari pergerakan harga CPO berjangka di bursa Malaysia, yang jatuh lebih dari 2% pada sesi penutupan perdagangan.

Menurut pelaku pasar di Jakarta, saat ini laju gerak harga CPO tertekan oleh lesunya pertumbuhan ekspor dan juga melemahnya harga minyak kedelai Chicago Board of Trade.

Adapun harga CPO berjangka kontrak November di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup turun 2,4% menjadi RM2.181 ($520,53) per ton, Selasa, yang merupakan pelemahan harian terbesar dalam empat bulan terakhir.

Untuk kinerja ekspor CPO Malaysia tumbuh 15,6% selama Agustus, demikian data dari Societe Generale de Surveillance.

Sementara itu, harga minyak kedelai berjangka di Chicago Board of Trade berakhir turun 1,2%.

Kejatuhan harga minyak kedelai lebih disebabkan karena pasar masih fokus pada imbas dari perang dagang antara AS dengan China yang tak kunjung mereda. (NEDELYA RAMADHANI/m)

Berita Terbaru