Sentimen Biodiesel B30 Jadi Penyelamat Harga CPO

  • Oleh Nedelya Ramadhani
  • 06 September 2019 - 06:26 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pergerakan harga CPO atau minyak sawit mentah yang sempat diprediksi melemah, ternyata mampu rebound pada perdagangan medio pekan ini. faktor pasokan dan permintaan biodiesel B30 menjadi sentimen utama yang menggerakkan harga CPO.

Bahkan pada Rabu (4/9/2019) di bursa Malaysia, harga CPO berjangka naik cukup signifikan. Prospek peningkatan permintaan menjadi penopang kenaikan harga. Kemarin, harga CPO beranjak ke posisi RM2.204 per metrik ton, atau naik 1,05% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.

"Dari sisi permintaan, inisiatif global untuk meningkatkan penggunaan biofuel dalam program bauran energi diharapkan mampu meningkatkan permintaan CPO," kata semrang pelaku pasar di Jakarta, Kamis (5/9/2019),

Selain itu, katanya, sentimen positif juga disumbangkan oleh kondisi di dalam negeri seiring dorongan pemerintah untuk penerapan program biodiesel B30 dan B50.

Disebutkan bahwa pemerintah menargetkan penggunaan biodiesel B30 dapat dilakukan mulai Januari 2020 dan kemudian disusul dengan B50 pada akhir 2020.

Untuk jangka panjang, masalah produktivitas sawit masih akan menjadi bayang-bayang yang akan memberikan tekanan terhadap komoditas ini. Hal itu mengacu pada kondisi di mana banyak tanaman sawit yang sudah menua sehingga kurang produktif. Sementara permintaan di pasar global untuk komoditas ini cukup tinggi.

Jika dilihat dari indikator teknikal pergerakan harga (MACD), harga rata-rata CPO sebulan masih lebih tinggi dibandingkan harga rata-rata dua bulan. Tak hanya itu, harga rata-rata satu bulan juga masih membentuk sinyal divergen (melebar), yang mengindikasikan kemungkinan pergerakan naik. (NEDELYA RAMADHANI/m)

Berita Terbaru