Sekda Kotim Minta Dinas Pendidikan Evaluasi Jam Masuk Sekolah Dampak Kabut Asap 

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 06 September 2019 - 07:26 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Sekda Kotim Halikinnor meminta Dinas Pendidikan mengevaluasi jam masuk sekolah. Karena kondisi cuaca di daerah ini sudah semakin buruk akibat kabut asap hasil dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). 

"Saya sudah berbicara kepada pihak Dinas Pendidikan, untuk mengevaluasi jam masuk sekolah. Karena kondisi cuaca dampak kabut asap semakin buruk," ujar Halikinnor, Kamis malam tadi, 5 September 2019. 

Dirinya melihat dan merasakan bahwa kondisi kabut asap di Sampit ini sudah semakin pekat. Bahkan muncul sejak siang hari hingga malam hari. Meskipun pada pagi hari terkadang kurang. Namun kabut asap yang ada saat ini sudah bercampur dengan abu bekas Karhutla. Sehingga sangat membahayakan bagi kesehatan. 

"Hal itulah yang harus diperhatikan, dan saya minta evaluasi jam masuk sekolah segera dilakukan," harap Halikinnor. 

Dampak kabut asap sendiri sudah cukup terasa di Kotim ini. Bahkan sudah berdampak terhadap serangan penyakit terhadap masyarakat. Dari data yang diterima dirinya, penyakit pengindap penyakit Ispa sudah mengalami peningkatan. 

"Data yang saya terima dari Dinas Kesehatan, pengidap penyakit Ispa alami peningkatan, dari sebelumnya sekitar 1.000 orang, naik menjadi kurang lebih 3.000 orang," terang Halikinnor. 

Begitu juga dengan penyakit muntaber, yang sebelumnya hanya sekitar 300 orang, kini meningkat hingga kisaran 1.000 orang. Hal itulah yang menjadi perhatian mereka. Dan meminta agar pelaku pembakar lahan menyetop dan tidak lagi membuka lahanya dengan membakar. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)

Berita Terbaru