Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Halmahera Timur Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Abrasi di Ujung Pandaran Dikhawatirkan Ancam Mega Proyek Pemerintah

  • Oleh Naco
  • 08 September 2019 - 12:40 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Abrasi pantai di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, dikhawatirkan mengancam pelaksanaan dan hasil dari mega proyek pemerintah.

"Akibat abrasi ini selain mengancam permukiman penduduk, di sana juga ada proyek pemerintah bernilai puluhan miliar. Kami khawatir bila abrasi tidak ditangani dengan baik akan merusak proyek besar itu beberpa tahun ke depan," kata anggota DPRD Kotim Rudianur, Minggu, 8 September 2019. 

Ia pun mendesak pemerintah kabupaten serius menangani abrasi yang terjadi di Pantai Ujung Pandaran agar kerusakan tidak bertambah parah.

Apalagi, kata dia, Pantai Ujung Pandaran merupakan salah satu objek wisata andalan Kotim, namun kondisinya sekarang memprihatinkan.

"Bahkan saat ini sebagian pantai tersebut terancam hancur akibat abrasi yang terus menggerus pantai itu. Termasuk bangunan rumah betang di kawasan itu. Tinggal beberapa meter lagi rumah betang itu bisa roboh jika tidak segera dibongkar dan bahannya diambil," tegasnya.

Menurut dia, perlu antisipasi jangka panjang, ketika nantinya abrasi ini terus dibiarkan tanpa ada penanggulangan yang optimal maka suatu saat pasti akan sampai ke lokasi wisata termasuk proyek  wisata dan bundaran yang dibangun. 

Pemerintah kabupaten diharapkan meminta bantuan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan pemerintah pusat untuk menangani abrasi pantai Ujung Pandaran.

Karena jika hanya mengandalkan dana kabupaten akan sangat berat karena dana yang dimiliki pemerintah kabupaten sangat terbatas, sementara penanganan abrasi membutuhkan dana besar dan penanganan yang cepat.

"Kawasan Pantai Ujung Pandaran telah dicanangkan oleh pemerintah kabupaten sebagai objek wisata unggulan. Bahkan pemerintah kabupaten dalam beberapa tahun terakhir ini telah menyiapkan anggaran puluhan miliar rupiah untuk peningkatan kawasan wisata tersebut," tuturnya.(NACO/B-3)

Berita Terbaru