Orang Tua Anak Kuliah di Luar Daerah Resah Setelah Pengeroyokan Mahasiswa Kalteng di Yogyakarta

  • Oleh Naco
  • 09 September 2019 - 14:06 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Sempung, orang tua yang anaknya kuliah di Yogjakarta merasa resah pasca pengeroyokan mahasiswa Kalteng yang kuliah di Yogjakarta, Kristovorus Karubin, pada Sabtu, 9 September 2019 lalu.

Menurutnya dengan adanya kasus pengeroyokan seperti itu bisa berpengaruh kepada persatuan dan kesatuan bangsa, karena perkelahian ini bisa memicu konflik antarsuku.

"Kami selaku orang tua yang anaknya kuliah di luar Kalimantan merasa resah anak kami menuntut ilmu di Pulau Jawa karena itu kami berharap supaya aparat keamanan bisa memproses pelaku," kata Sempung.

Ia juga mendesak agar pemerintah dan aparat setempat bisa memberi jaminan rasa aman kepada anak mereka yang menuntut ilmu di sana.

"Jangan sampai kejadian serupa terulang," tegas Sempung.

Sempung juga meminta kepada pihak pemerintahan di daerah ini untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah di Yogjakarta agar mahasiswa yang kuliah di sana merasa terlindungi.

Ia mengaku prihatin atas kejadian itu, apalagi penganiayaan itu dilakukan kepada korban tanpa adanya permasalahan yang jelas. "Mau mendatangi wisuda rekannya malah dianiaya," pungkas Sempung.

Kristo panggilan korban merupakan warga asal Kabupaten Seruyan. Ia merupakn alumni SMA Taruna Jaya Sampit, Kabupaten Kotim yang kuliah di Yogjakarta. Sampai kini ia tidak sadarkan diri setelah luka akibat dipukul dengan batu. (NACO/B-2)

Berita Terbaru