Upaya Pencegahan Stunting di Kabupaten Sukamara Perlu Kerja Nyata

  • Oleh Norhasanah
  • 09 September 2019 - 15:30 WIB

BORNEONEWS, Sukamara - Wakil Bupati Sukamara H Ahmadi meminta Gerakan Sayang Ibu agar upaya penanganan stunting atau kekerdilan di Bumi Gawi Barinjam bisa dilakukan dengan kerja nyata. 

"Terkait dengan pokja tetap Gerakan Saya Ibu Kabupaten Sukamara periode 2017-2020, yang nantinya akan menandatangani komitmen bersama dalam percepatan pencegahan stunting, saya harapkan segera ditindaklanjuti  dengan kerja nyata," pinta H Ahmadi, Senin, 9 September 2019.

Ahmadi meminta agar pihak yang tergabung dalam gerakan tersebut bisa menyusun program atau kegiatan yang fokus, serta mengawal sampai akhir.

"Kepada Dinas Sosial, PMD, PP dan PA sebagai leading sektor kegiatan ini, kiranya dapat benar-benar menjadikan ini sebagai suatu gerakan dari seluruh elemen masyarakat untuk sayang kepada ibu dan anak," harapnya.

Diketahui, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukamara mencatat, sebanyak 23 persen masyarakat di Kabupaten Sukamara menderita stunting, dimana angka tersebut berada di atas standar WHO yakni 20 persen.

"Berdasarkan di Reskesdes, untuk presentasi stunting di Sukamara masih di angka 23 persen," ucap Plt Dinkes Sukamara, Amir Sapiyudin.

Amir melanjutkan, dari presentasi tersebut, Bumi Gawi Barinjam masih berada di angka paling rendah jika dibanding dengan kabupaten lain yang ada di Kalimantan Tengah (Kalteng).

"Hanya saja untuk prevalensi stunting di daerah kita masih berada di atas standar WHO yang hanya 20 persen saja, lebih tinggi 3 persen," ujar Amir. (NORHASANAH/B-2)

Berita Terbaru