Tenaga Kerja Asing di Katingan Banyak Tak Bayar Pajak Daerah

  • Oleh Abdul Gofur
  • 09 September 2019 - 17:40 WIB

BORNEONEWS, Kasongan - Keberadaan tenaga kerja asing di Kabupaten Katingan selama ini ternyata tidak menguntungkan bagi daerah. Sebab, mereka banyak yang tidak membayar pajak untuk daerah.

Di Katingan, sejauh ini ada beberapa tenaga kerja asing yang dipekerjakan di sejumlah perusahaan. Baik sektor pertambangan maupun perkebunan.

Kasi Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Katingan, Vivi Marghareta, mengatakan, sejauh ini berdasarkan data, tercatat ada 7 tenaga kerja asing yang bekerja di 7 perusahaan di wilayah Katingan itu.

"Tapi selama ini baru ada satu TKA yang rutin bayar pajak ke Pemkab Katingan, yaitu dari PT Australasian Minerals dan Trading Indonesia. Tapi pada 2018 ada pergantian TKA. Dan pada 2019 sampai bulan September ini mereka juga belum bayar pajak ke daerah," tutur Vivi Marghareta.

Sedangkan tenaga kerja asing lainnya pada perusahaan tersebut diinformasikan hanyalah sebagai tenaga kerja lintas provinsi dan lintas pusat.

"Kata pihak perusahaan yang bersangkutan mereka bayar pajaknya ke provinsi dan pusat, tapi mereka melakukan pekerjaannya di wilayah Katingan," imbuhnya.

Adapun ke tujuh perusahaan yang memerkerjakan tenaga kerja asing tersebut, yakni PT Mitra Jaya Cemerlang bergerak dalam bidang perkebunan kelapa sawit, 1 orang TKA bernama Entawan Anak Indi asal Malaysia selaku Head Of Estate.

Kemudian PT Mineral Premier Kalimantan bidang pertambangan dan penggalian ada 1 TKA asal China bernama Zhang Hongli selaku marketing manager.

Kemudian PT Australasian Minerals dan Trading Indonesia bidang pertambangan dan penggalian juga ada 1 WNA asal Kanada atas nama Peter Martial Levasseur selaku project engineer.

PT Karya Sukses Sahabat bidang perdagangan besar ada 1 WNA asal Singapura bernama Tan Ting Yong selaku marketing director.

Berita Terbaru