Kabut Asap Akibat Karhutla di Kabupaten Kobar Masih Bisa Ditoleransi

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 09 September 2019 - 19:26 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kabupaten Kotawaringin Barat atau Kobar masih dapat ditoleransi.

Artinya belum berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat. Termasuk proses belajar mengajar di sekolah. Sehingga belum ada instruksi pemunduran jam masuk sekolah.

"Sejauh ini belum ada pengurangan jam masuk sekolah karena dampak asap di Kobar tidak parah, masih bisa toleransi dan normal daripada daerah lain," ujarnya, Senin, 9 September 2019.

Ia menyebutkan, adanya pembagian masker gratis kepada pengguna jalan, itu sebagai bentuk informasi kepada masyarakat agar pada saat beraktivitas di luar rumah dapat menggunakan masker.

Sebelumnya, Bupati dan Wakil Bupati Kobar bersama forkopimda, memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke - 36 dengan menggelar olahraga bersama yang dilanjutkan dengan pembagian masker gratis kepada pengguna jalan.

Dari pantauan Borneonews pagi tadi memang kabut asap tidak pekat, terlebih di dalam Kota Pangkalan Bun masih terpantau cerah. (DANANG/B-3)

Berita Terbaru