Pengeroyokan Mahasiswa Kalteng di Yogyakarta diduga Salah Sasaran

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 09 September 2019 - 22:22 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Pengeroyokan yang dialami mahasiswa asal Kalimantan Tengah atau Kalteng bernama Kristovorus Karubim di Yogyakarta diduga akibat salah sasaran.

"Kami laporkan kepada masyarakat Kalteng bahwa kejadian pengeroyokan tersebut adalah salah sasaran," ujar Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Kalteng Tovan Dwi Pratama, Senin, 9 September 2019.

Ia menceritakan, kronologis kejadian bermula saat korban dan adiknya datang ke acara wisuda teman mereka di salah satu universitas di Yogyakarta.

Saat itu, Kristovorus mendengar ada orang yang meminta tolong. Dia mendatangi asal suara dengan maksud melerai perkelahian yang terjadi.

Namun, dia justru menjadi korban penyerangan. Dan langsung di keroyok oleh 5 sampai 10 orang. Pengeroyokan tersebut juga dilihat langsung oleh sang adik dan temannya. Mereka berdua juga tidak mengenal identitas para pelaku pengeroyokan.

"Adik dan seorang saksi lainnya juga tidak mengenali pengeroyokan tersebut," kata Tovan.

Pengeroyokan itupun sudah mereka laporkan ke Polda Daerah Istimewa Yogyakarta. Saat ini mereka masih menunggu penyelidikan dari aparat kepolisian. Dengan harapan para pelaku bisa segera ditangkap.

"Korban sendiri saat ini masih di rawat di salah satu rumah sakit, dalam keadaan kritis," sebut Tovan.

Di sisi lain, Tovan meminta masyarakat di Kalteng tidak terprovokasi atas berita yang telah beredar di media sosial. Karena kasus ini sudah ditangani aparat kepolisian.

Kasus pengeroyokan tersebut terjadi pada Sabtu, 7 September 2019. Pascakejadian korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. (MUHAMMAD HAMIM/B-3)

Berita Terbaru