Salah Rekomendasi Pimpinan DPRD Bisa Rugikan PDIP, Untungkan Golkar dan PAN

  • Oleh Naco
  • 10 September 2019 - 13:06 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Soal siapa yang bakal menduduki kursi pimpinan DPRD Kotawaringin Timur turus menghangat untuk diperbincangkan. Bila salah dalam merekomendasikan PDIP dinilai bisa rugi dan justru menguntungkan Golkar dan PAN.

"Setidaknya harus merekomendasikan kader yang punya pengalaman, dari 3 nama itu tentunya DPP punya gambaranlah saya rasa dan mereka tahu, asal ikuti hasil penilaian saya rasa jelas, jika benar-benar melihat dari segi aturan dan fit and propertest yang mereka lakukan belum lama ini tadi," nilai pengamat hukum dan politik di Kotim Agung Adisetiyono, Selasa, 10 Agustus 2019.

Sebelumnya DPC PDI Perjuangan mengusulkan 3 nama sebagai Ketua DPRD Kotim, dalam surat DPC PDI Perjuangan Kotim nomor 178/IN/DPC.KOTIM/VIII/2019 tertanggal 29 Juli 2019 yakni Agus Seruyantara, Cici Desylia dan Rimbun.

Namun dalam perjalannya Agus dalam suratnya 1 Agustus 2019 mengirim surat pengunduran diri dengan menyatakan tidak ikut dan tidak bersedia diusulkan sebagai calon pimpinan DPRD Kotim.

Hingga dalam rapat dan dibuat berita acara diusulkan lagi tiga nama yakni Rimbun, Modika Latifah Munawarah dan Cici Desylia. Hingga ketiganya sudah menjalani fit and proper test di DPP.

Menurut Agung, pimpinan DPRD harus orang mampu selain pertaruhan bagi marwah partai di lembaga itu juga sebagai upaya PDI Perjuangan dalam menghadapi Pilkada 2020 ini.

"Seorang ketua juga harus memegang teguh amanah dan selalu menerima, malaksanakan, memberikan sebuah hasil dari aspirasi dan masukan dari rakyat khususnya warga Kotim dan juga sebagai Ketua harus mampu mengkordinasikan anggotanya untuk terjun dan kerja nyata khususnya masyarakat Kotim," tegasnya.

Apalagi PDI Perjuangan merupakan partai besar sehingga momentum Pilkada ini jangan sampai tidak benar-benar dimanfaatkan. PDI Perjuangan harus kembali mampu mengantarkan kadernya.

Apalagi di sisi lain unsur pimpinan wakil ketua I adalah H Rudianur yang punya banyak pengalaman selama ini di DPRD dan pernah sebagai Ketua Komisi II. Jika PDI Perjuangan tidak bisa mengimbanginya maka yang lebih menonjol bisa saja Golkar dan M Rudini Darwan Ali dari PAN sebagai wakil ketua II. (NACO/B-5)

Berita Terbaru