DKPP Sukamara Ambil Sampel Darah 25 Ekor Sapi

  • Oleh Norhasanah
  • 10 September 2019 - 16:20 WIB

BORNEONEWS, Sukamara - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sukamara telah mengambil sampel darah dari 25 ekor sapi milik masyarakat. Pengambilan sampel ini untuk mengetahui apakah hewan ternak tersebut mengidap penyakit Brucellosis.

"Dari 28 ekor sapi, 15 miliki warga Desa Natai Sedawak dan 13 milik warga di Kurahan Mendawai, baru 25 ekor sapi yang sudah kita ambil sampelnya," kata Kabid Peternakan DKPP Sukamara, Syamsir Hidayat, Selasa, 10 September 2019.

Menurut Syamsir, dari 25 sampel darah yang diambil, terdiri dari ulas darah sebanyak 9 sampel dan feses 17 sampel.

"Hasil pemeriksaan dari pengambilan sampel ini, maka masyarakat bisa mengetahui apakah ada hewan ternak miliknya yang mengidap penyakit atau tidak, terlebih untuk penyakit Brucellosis atau keguguran menular, karena ini pastinya sangat merugikan peternak," ujar Syamsir.

Syamsir menambahkan, dari hasil sampel tersebut, maka peternak bisa melakukan pencegahan, pengobatan dan pemberantasan. Mengingat bagi ternak yang mengidap penyakit tidak segera mendapat pengobatan, maka dapat menyebabkan kematian terutama pada ternak muda. 

"Permasalahan ini juga dapat menimbulkan kerugian ekonomi bagi masyarakat, karena pertumbuhan terhambat, berat badan, daya kerja dan reproduksi terjadi penurunan. Sehingga kita melakukan pemeriksaan melalui pengambilan sampel darah sapi ini," ujar Syamsir Hidayat. (NORHASANAH/B-2)

Berita Terbaru