Dua Penadah Ponsel Curian Jalani Pemeriksaan di Pengadilan Negeri Pangkalan Bun

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 11 September 2019 - 20:16 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dua penadah ponsel curian, Fn dan Sh menjalani persidangan dengan agenda pemeriksaan di Pengadilan Negeri Pangkalan Bun, Rabu, 11 September 2019.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum Widha Sinulingga, diketahui bahwa terdakwa Fn, pada Kamis, 13 Juni 2019, telah membeli ponsel merek OPPO A3s warna ungu dari Sh di Jalan Pangeran Antasari Rt 03 Rw01 Kelurahan Baru Kecamatan Arut Selatan.

"Saya beli Rp 1 juta dari Sh, namun baru dibayar Rp 650 ribu, sisanya akan dibayar kalau terdakwa punya uang dan tidak ada jangka waktunya," ujar Fn.

Diketahui bahwa sebelumnya, Sh mendapat ponsel tersebut dari As (DPO) dengan ditukar jam tangan milik Sh. Ponsel tersebut tanpa dilengkapi dengan kotak, charger, maupun kwitansi pembeliannya, pada Senin, 10 Juni 2019.

Ternyata HP merek Oppo A3S itu adalah hasil curian yang dilakukan oleh Sabarudin di Ruko Khab Khun milik Andrey Shevchenko pada Kamis, 2 Mei 2019, sekitar pukul 02.00 WIB bertempat di Jalan Udan Said Kelurhan Baru Kecamatan Arut Selatan. Kemudian ponsel itu di jual ke Anjes seharga Rp 150 ribu.

"Dua orang itu penadah buntut dari hasil pencurian yang dilakukan oleh Sn, sementara As masih DPO," ujar JPU.

Korban Andrey Shevchenko mengalami kerugian materiil sekitar Rp 3 juta. Perbuatan Terdakwa diatur dan diancam pidana sebagaimana dalam Pasal 480 ke-1 dan ke-2 KUHP. (DANANG/B-2)

Berita Terbaru