Pemprov Kalteng Kembali Ajukan Helikopter Water Bombing Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan

  • Oleh Budi Yulianto
  • 11 September 2019 - 21:50 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah atau Pemprov Kalteng kembali mengajukan bantuan helikopter water bombing ke pusat. Hal ini karena kebakaran hutan dan lahan masih terjadi. 

Bahkan, kabut asap dampak dari kejadian tersebut semakin pekat. Di Kota Palangka Raya misalnya. Kabut asap tidak hanya di waktu pagi, tapi juga siang, sore hingga malam.

"Kita mengajukan 4 helikopter water bombing. Yang sudah ada 8, tapi duanya untuk patroli," kata Sekda Kalteng Fahrizal Fitri, Rabu, 11 September 2019.

Sekda menilai, lokasi kebakaran saat ini semakin jauh dari titik sumber air. Sekda pun heran kenapa hal itu terjadi. Dugaan kuatnya adalah ulah oknum yang sengaja melakukan pembakaran. 

"Karena lokasi jauh, maka perlu penambahan helikopter water bombing," ungkapnya.

Soal modifikasi cuaca atau hujan buatan, sekda menyebut telah mengajukan ke pusat. Hanya saja belum ada jawaban terkait persetujuannya. (BUDI YULIANTO/ADV/B-2)

Berita Terbaru