Penderita dan Anak Berpotensi Stunting Harus Mendapat Penanganan

  • Oleh Norhasanah
  • 12 September 2019 - 14:50 WIB

BORNEONEWS, Sukamara - Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosPMDPP-PA) Sukamara, Aji Nugraha mengatakan, anak penderita stunting harus mendapat penanganan.

"Anak yang menderita maupun berpotensi stunting harus mendapat penanganan serius sejak dini," ucap Aji Nugraha, Kamis, 12 September 2019.

Menurutnya, apabila anak yang berpotensi maupun sudah menderita stunting tidak mendapatkan penanganan secara khusus, maka akan berdampak pada menurunnya kecerdasan dari anak tersebut.

"Anak-anak ini akan mengalami penurunan tingkat kecerdasan, rentan terhadap penyakit, dimana hal ini akan merembet pada menurunnya tingkat produktivitas," ujar Aji.

"Jika hal ini terus dibiarkan, tentunya ini akan berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia di daerah sehingga akan berpengaruh terhadap minimnya penghasilan dan perputaran ekonomi sekitarnya," kata Aji.

Aji Nugraha, menjelaskan stunting adalah kondisi yang terjadinya gagal tumbuh pada tubuh dan otak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama sehingga anak menjadi lebih pendek dari anak normal seusianya.

"Stunting ini juga menyebabkan anak mengalami keterlambatan berpikir, oleh karena itu stunting menjadi salah satu masalah kesehatan yang marak terjadi di Indonesia," tukasnya.

Aji menuturkan, Gerakan Sayang Ibu (GSI) merupakan salah satu program yang dilaksanakan pemerintah dalam upaya percepatan penurunan angka stunting. (NORHASANAH/b-2)

Berita Terbaru