Kabut Asap Dampak Karhutla Mulai Lumpuhkan Transportasi Sungai Arut

  • Oleh Wahyu Krida
  • 12 September 2019 - 15:40 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Munculnya kabut asap pada pagi hari belakangan ini mulai mengganggu transportasi Sungai Arut Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Lantaran jarak pandang di bawah 10 meter pada pagi hari menyulitkan motoris kelotok atau getek untuk beroperasi.

"Dengan jarak pandang seperti ini, tentunya saya takut untuk menjalankan kelotok. Berbahaya, bisa kecelakaan," ujar Hamid motoris kelotok, Kamis, 12 September 2019.

Pasalnya, lanjut Hamid, kabut asap yang dirasakannya hari ini terbilang pekat dibandingkan hari sebelumnya.

"Kemarin rumah di seberang masih kelihatan. Namun hari ini pandangan tertutup kabut asap pekat," ujarnya.

Di tempat yang sama, Sulistyo, warga Mendawai Seberang yang biasanya menggunakan jasa getek untuk menyeberang menjadi kebingungan.

"Dari jam 06.00 WIB saya menunggu di tempat ini, namun motoris kelotok tidak berani menyeberang. Kalau saya jalan kaki ke seberang kan harus memutar jauh. Tentunya saya harus bayar ojek yang tentunya lebuh mahal," ujarnya. (WAHYU KRIDA/B-2)

Berita Terbaru