Ratusan Aparatur Sipil Negara Kota Palangka Raya Terjaring Operasi Patuh Telabang 2019

  • Oleh Arnoldus Maku
  • 12 September 2019 - 16:06 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Selama kurang lebih 12 hari gelar Operasi Patuh Telabang 2019 terdapat ratusan aparatur sipil negara atau ASN di Kota Palangka Raya yang terjaring. Hal ini disampaikan oleh Kasat Lantas Polres Palangka Raya, AKP Anang Hardyanto, Kamis 12 September 2019.

"Kalau dilihat dari profesi pelanggar, data menunjukkan bahwa ada 200 orang ASN di kota Palangka Raya yang terjaring dalam Operasi Patuh Telabang 2019," ujar Anang.

Adapun jenis pelanggaran yang dilakukan oleh para pengabdi negara tersebut bervariasi. Ada yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), ada yang sambil menggunakan ponsel saat berkendara dan sejumlah pelanggaran lainnya.

"Identifikasi pelanggarannya beragam. Tidak ada jenis pelanggaran menonjol yang dilakukan mereka. Ada yang tidak punya SIM, pokoknya macam-macamlah," ujar Anang.

Meskipun demikian, jika dilihat secara keseluruhan dari jenis profesi PNS menempati urutan ketiga dari sejumlah profesi lainnya. Pelajar dan mahasiswa masih memegang rekor terbanyak sebagai pelanggar.

Dari profesi pelanggar didapat data pelanggar dengan profesi PNS sebanyak 200, karyawan swasta 333, pelajar atau mahasiswa 453 dan pengemudi 39 pelanggar,” tambah Kasatlantas. (ARNOL/B-2)

Berita Terbaru