Dinas Kesehatan Kotim Sebut Kualitas Udara di Sampit Berbahaya

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 12 September 2019 - 16:30 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Faisal Novendra menyebutkan kualitas udara di Sampit saat ini masuk kategori berbahaya. Hal itu terjadi karena dampak kabut asap dan debu kebakaran lahan sejak beberapa waktu terakhir.

"Saat ini kualitas udara di Sampit kembali masuk kategori berbahaya," kata Faisal Novendra Cahyanto, Kamis, 12 September 2019.

Dengan keadaan tersebut, masayarakat diminta agar selalu menggunakan masker. Terutama saat berada di luar rumah. Selain itu, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan.

"Masyarakat harus menjaga kesehatan di tengah kondisi cuaca seperti saat ini. Agar tidak terserang penyakit gangguan pernapasan," kata Faisal.

Dia juga menerangkan, jumlah kasus penyakit ISPA di Kotim ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Bahkan dari data yang mereka kumpulkan, sedikitnya 3.625 kasus ISPA selama Agustus 2019.

"Melihat data tersebut, tentu harus diwaspadai dan diantisipasi. Agar masyarakat tidak terserang penyakit itu," terang Faisal.

Sementara, kualitas udara di Sampit pada pukul 14.00 WIB masuk kategori sangat tidak sehat. Dengan kadar indeks standar pencemaran udara 258,77 mikrogram. 

Sedangkan hari ini, beberapa titik kebakaran lahan terjadi di Sampit, pihak Satgas Karhutla juga masih berjibaku untuk melakukan pemadaman. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)

Berita Terbaru