Sekolah di Sampit Diliburkan mulai Senin Akibat Kualitas Udara Kian Buruk

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 14 September 2019 - 10:36 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Kualitas udara di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) semakin memburuk akibat kian pekatnya kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.

Kondisi ini membuat pemerintah menetapkan seluruh sekolah di Kota Sampit dan kecamatan yang terkena dampak kabut asap diliburkan mulai Senin, 16 September 2019. 

"Setelah ada surat edaran dari gubernur dan kualitas udara di Sampit semakin memburuk akibat kabut asap, kami sepakati sekolah diliburkan sejak Senin, 16 September 2019," ujar Bupati Kotim Supian Hadi, Sabtu, 14 September 2019. 

Keputusan meliburkan proses belajar mengajar dimaksudkan untuk menjaga agar anak-anak tidak terserang penyakit seperti gangguan saluran pernapasan dan diare. Apalagi saat ini kabut asap sangat pekat, bahkan pada pagi ini jarak pandang di bawah 50 meter. 

"Kami tidak ingin mengambil resiko, dan kami ingin anak-anak terhindar dari penyakit," kata Supian Hadi.

Libur pada tahap pertama ini akan dilaksanakan hingga Sabtu, 21 September 2019. Libur akan ditambah jika nantinya kondisi kabut asap masih pekat. Namun. bila nanti kabut asap sudah hilang, sekolah akan kembali aktif.

"Saya harap anak-anak semasa libur ini mengisinya dengan hal positif. Jangan sampai malah jalan-jalan ke luar rumah karena sekolah diliburkan," imbau Bupati. (MUHAMMAD HAMIM/B-3)

Berita Terbaru