Kabut Asap di Sungai Mentaya Mengganggu Aktivitas Kapal

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 15 September 2019 - 10:56 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Kabut asap di Sungai Mentaya mengganggu aktivitas kapal roro yang melayani penumpang dan kendaraan di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Sebab, jarak pandang menjadi terbatas. 

"Cukup mengganggu kabut asap yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir ini. Kami mewaspadai keberadaan nelayan dan taksi kelotok yang hilir mudik di Sungai Mentaya," kata Kepala PT Dharma Lautan Utama (DLU) cabang Sampit, Hendrik Sugiharto, Minggu, 15 September 2019. 

Dia menerangkan, jarak pandang yang cukup terbatas, membuat kelotok milik nelayan dan taksi penyebrangan tidak terlihat. Dan harus hati-hati agar tidak membahayakan. 

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan tersebut, nahkoda lebih banyak memberikan tanda dengan menyalakan suling kapal. Agar nelayan dan motoris kelotok mengetahui kapal akan melintas.

Meskipun begitu, kabut asap tersebut tidak mengganggu kapal untuk masuk ke Sungai Mentaya. Karena sudah dilengkapi navigasi seperti radar dan juga GPS. Hal itu juga berkat bantuan kapal tandu.

"Kami juga selalu memberikan informasi kepada radio pantai sehari sebelum kapal berangkat atau datang ke Pelabuhan Sampit. Jadi bisa diketahui keberadaan kapal," terang Hendrik.

Sementara, pada Minggu, 15 September 2019, KM Kirana III yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, mengangkut 328 penumpang, dan 30 kendaraan berbagai jenis. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)

Berita Terbaru