Pemkab Kotawaringin Timur Naikkan Status Siaga Karhutla Menjadi Status Darurat Karhutla

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 15 September 2019 - 14:50 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Pemkab Kotawaringin Timur (Kotim) menaikkan status siaga Karhutla atau Kebakaran Hutan dan Lahan menjadi Status Darurat Karhutla.

Hal itu merujuk pada dampak kabut asap yang sangat pekat dalam beberapa hari terakhir, akibat maraknya kebakaran lahan. 

"Menanggapi cuaca kita saat ini yang dilanda kabut asap pekat, kami menaikan status siaga menjadi status darurat Karhutla," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim Halikinnor, Minggu, 15 September 2019. 

Pemerintah daerah sendiri menggelar rapat mendadak pada Minggu, 15 September 2019 siang, dengan memanggil seluruh kepala satuan organisasi perangkat daerah (SOPD). Hal itu dilakukan guna membahas cuaca kabut asap yang semakin pekat di Sampit. 

Dslam rapat tersebut, mereka sepakat menaikan status siaga menjadi darurat Karhutla. Sehingga seluruh SOPD harus terlibat dalam menangani kebakaran lahan ini. Bahkan pihaknya juga meminta seluruh elemen masyarakat terlibat, agar kabut asap dan Karhutla berakhir nantinya. 

"Apa yang terjadi saat ini harus diselesaikan secara bersama-sama, agar Karhutla bisa ditangani, dan kabut asap tidak ada lagi," terang Halikinnor. 

Sementara, di Sampit sendiri pada pagi tadi harak pandang kabut asap hanya 400 meter saja. Bahkan dampak kabut asap tersebut juga membuat kualitas udara menjadi berbahaya. Karena berada pada titik 1.409 mikrogram. 

"Melihat kondisi itu tentu sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Sehingga kami mengambil langkah untuk meliburkan sekolah, dan menaikan status siaga menjadi darurat Karhutla," terang Halikinnor. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)

Berita Terbaru